Kaderisasi Pemain Basket Indonesia?

Posted by


Semangat Yang Lebih Besar Dari Sebelumnya (Lebih Besar Dari Sebelumnya) telah muncul sejak pengikut GOR Koni Sario Manado sore ini (22/2). Pendukung merah sedang berjalan di sekitar tangga di depan pintu utara. Pendukung kemeja biru datang ke pintu selatan dan menunggu pintu terbuka. Akhirnya gerbang dibuka pada. 3 sore dan setiap pendukung menunjukkan tiket masuk dari Rp. 20.000 (putaran pendahuluan HTM sebesar Rp. 12.500). Di GOR, Tribune Selatan dipenuhi dengan pendukung biru dari pendukung merah SMA Benzar Manado dan SMA Lokon (Losnito). North berdiri game basket DBL Sulawesi Utara 2014 di game pertama, Losnito vs Benzar (putra), game kedua antara Benzar versus MIS (anak perempuan).

Lebih dari 3000 pasang mata menyaksikan pesta FINAL DBL 2014 Seri Sulawesi Utara di Manado. Inilah saatnya membuktikan tim mana yang akan membawa pulang gelar DBL CHAMPION 2014 Sulawesi Utara. Itulah sebabnya kegembiraan dan perang sengit antara penggemar selama pertarungan terakhir antara siswa adalah bola basket yang luar biasa. Liga Bola Basket Perkembangan (DBL) antara siswa sekolah menengah dan siswa sekolah menengah diadakan secara serentak di 25 kota besar di Indonesia dan salah satunya berlokasi di Manado. Acara 2014 ini adalah yang ke-7 di Manado dan diikuti oleh SMA / SMK di Sulawesi Utara.

Sekolah mengakui bahwa acara DBL, yang diadakan setiap tahun, bermanfaat karena siswa memiliki pendidikan karakter dasar untuk mempelajari keterampilan olahraga dan menjadi pemenang. Suatu proses pendidikan yang tidak mudah dan penuh tantangan, karena harus dapat membagi waktu antara belajar dan olahraga. Tidak hanya itu, 12 pemain kunci terpilih menerima pelatihan demi basket, mengutamakan kecepatan, disiplin, kerja keras, keterampilan penuh, dan kebanggaan. “Saat Anda bertanding, fokus utama adalah fokus,” kata pelatih Roland Lengkong, yang terpilih sebagai pelatih The First Team DBL Sulawesi Utara untuk DBL Camp di Surabaya. Upaya untuk melibatkan sebanyak mungkin siswa dipertimbangkan oleh DBL Indonesia, misalnya tiga hingga tiga (3X3) setiap tim terdiri dari 4 pemain dan setiap sekolah dapat memuat maksimal tiga tim, Kompetisi menari sebagai pendamping tim bola basket pria atau wanita , Kompetisi jurnalis (termasuk fotografi) dari awal hingga akhir.

(Kapan Kompasiana menyelenggarakan kompetisi untuk jurnalisme mahasiswa)? Berbagai kompetisi dalam acara DBL (kecuali untuk pertandingan bola basket antar siswa pada intinya) disambut dengan antusiasme dari masing-masing sekolah. Suka atau tidak suka, semua sekolah harus mempersiapkan siswa untuk bersaing dalam jurnalisme, fotografi, tari dan bola basket. Dewan siswa pasti bekerja keras untuk mengorganisir pendukung. Misalnya sekolah kiriman kiriman Losnito, total 600 siswa sekolah menengah. Itu berarti bahwa OSIS mencari setidaknya 20 bus umum yang pergi ke Tomohon-Manado untuk membawa pendukung ke Manado. Ditambah kendaraan pribadi untuk pemain, tim jurnalisme, tim tari dan pelatih pendamping.

Pelaksanaan pendukung Losnito Tomohon berlangsung 5 kali sehari dalam seminggu dan mengikuti rencana tim bola basket untuk bersaing. Ini sangat berbeda dengan tim Manado di dekat Koni Sports Hall. Tidak perlu bus dan waktu yang lama. Semua upaya ini (termasuk dana) membuahkan hasil. Tim Losnito akhirnya memenangkan Sulawesi DBL CHAMPION 2014 di malam itu. Di final, Losnito mengalahkan Benzar dengan skor 84-31. Untuk anak perempuan, pria itu ditangkap oleh tim basket wanita SMA Benzar setelah mengalahkan SMA MIS dengan skor 48-22. Gelar juara DBL untuk yang ke 7 kalinya untuk tim bola basket putri Benzar High School.

Selain juara DBL Putra Sulawesi Utara, Tim Losnito juga memenangkan hadiah pertama 3X3 dan pemenang ketiga dalam Kompetisi Dansa. Tiga pemain pria, yaitu Christian Arron Toar, Clivisy dan Nikolas Wowor, Gabirel Senduk terpilih menjadi Tim Pertama DBL Sulawesi Utara yang akan terbang ke Surabaya untuk memasuki DBL Camp. Selain itu, pilihan siapa yang pantas masuk ke Indonesia All Stars akan berlatih di bidang NBA Amerika. Pemain lain yang memasuki kamp tim pertama di Surabaya dipenuhi dengan pemain dari SMA Benzar, SMA MIS, SMAN 1 Manado. Oh ya, MVP DBL Sulawesi Utara 2014 (Pemain Paling Berharga) diambil oleh Nikita Wuling dari Sekolah Menengah Benzar dan Gabriel Senduk dari Sekolah Tinggi Lokon (Losnito). Wartawan dan fotografer belum diumumkan karena mereka masih dalam proses penilaian. Namun, masalah dengan jurnalis yang baik adalah mereka berpartisipasi dalam HL di surat kabar lokal Manado Post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *