Manuel Pellegrini, Jose Mourinho dan Rivalitas yang Terlupakan

Posted by

Instax Mini Link – Kembalinya Jose Mourinho ke Liga Premier Inggris langsung menghasilkan intrik tambahan di sela-sela. Setelah istirahat 11 bulan, Special One akan bertarung lagi dengan Jurgen Klopp, Pep Guardiola dan Frank Lampard. Tottenham, tuan rumah bagi Mourinho, Chelsea dan Lampard pada Desember 2019. Sebulan kemudian, giliran Klopp untuk membawa timnya ke London Utara. Pada bulan Februari 2020, Guardiola mengunjungi Stadion Tottenham Hotspur. Dengan atau tanpa Mourinho, semua pertandingan di atas dapat dikategorikan sebagai pertandingan besar. Namun, pelatih asal Portugal itu sepertinya menambah nilai penjualan yang ada. Mengingat sejarah yang dia miliki dengan para pemimpin di atas. Dalam kompetisi pertamanya sebagai pelatih kepala Lilywhites, Mourinho juga segera bertemu dengan salah satu arsiteknya, Manuel Pellegrini.

West Ham United dari Pellegrini menerima ‘kehormatan’ menyambut kembalinya Mourinho ke Liga Premier. Banyak pihak tentu akan menekankan pertarungan. Terlepas dari situasi, kedua tim berjuang di bagian bawah musim 2019/2020. Pellegrini berusaha mengurangi kesadaran kompetisi ini dengan mengatakan bahwa Mourinho bukanlah sosok yang signifikan baginya. “Dia bukan siapa-siapa di mataku. Tidak ada teman. Bukan musuh,” kata mantan kapten Manchester City. Dia bahkan membuka kemungkinan untuk berbagi botol dengan Mourinho setelah pertandingan (11/23). Bahkan, lima tahun lalu (2013), cukup berjabat tangan dengan Mourinho Pellegrini!

“Saya tidak berjabat tangan dengannya. Saya tidak akan melakukannya,” saya menyebut Pellegrini cedera oleh perayaan berlebihan Mourinho ketika Fernando Torres mencetak gol kemenangan Chelsea melawan Manchester City dalam kekhawatirannya. Selama dua setengah tahun dari awal musim 2013/2014, sampai Mourinho dipecat oleh Chelsea pada bulan Desember 2015, persaingan antara kedua kapten terus mewarnai pertemuan Blues dengan Manchester City. Pellegrini memenangkan Liga Premier Inggris pada 2013/2014. Mourinho ‘merespons’ dengan menjadi juara kompetisi pada 2014/2015. Di awal musim 2015/2016, Manchester City Chelsea mencetak tiga gol tanpa jawaban. Pellegrini merasa puas, bahkan berpikir, bahwa anak-anaknya dapat mencetak lebih banyak lagi jika Asmir Begovic tidak tampil gemilang di bawah rezim Chelsea.

Sementara Mourinho merasa bahwa kemenangan 3-0 untuk Pellegrini adalah hasil yang salah. “Babak pertama kami sebenarnya sulit untuk menciptakan peluang. Namun di babak kedua kami mendominasi. “Skor 3-0 adalah hasil yang salah bagi saya karena Chelsea bermain lebih baik daripada dia,” kata Mourinho. Perselisihan antara Mourinho dan Pellegrini lahir jauh sebelum keduanya bertemu di Inggris. Mourinho adalah sosok Real Madrid yang yakin akan menggantikan Pellegrini untuk musim 2010/2011.

Pellegrini kemudian disewa oleh Malaga, ingin mengubah urutan sepakbola Spanyol. Bawa Júlio Baptista, Martín Demichelis dan Sergio Asenjo di hadapan Santi Cazorla, Isco, Joaquin Sanchez, Ruud van Nisterooy dan nama-nama terkenal lainnya satu musim kemudian. Meski membawa pemain-pemain terkenal ke La Rosaleda – kandang di Malaga – Pellegrini masih gagal bersaing dengan Real Madrid dari Mourinho. Dari tujuh pertemuan di Spanyol, Pellegrini hanya menang sekali (3-2). Sementara Mourinho Pellegrini mampu mengalahkan Malaga dengan skor 7-0, 4-0 dan 6-2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *